Aku dan Via-bandithoki.

 

Cerita DewasaSemenjak kedatangan nya, suasana kantor agak berubah. Orang orang jadi semakin rajin, entah mengapa.

Dia bukan lah direktur yang baru, bukan pula sekretaris baru yang seksi Nama nya Via.  

Perempuan berumur 27 tahun ini di sukai sekaligus di benci Di sukai karena kerja nya cepat dan sangat efektif,

Aku dan Via-bandithoki

serta sangat cerdas, tetapi di sisi lain dia selalu mengeluh dan memarahi kami karena keterlambatan kami

atau hal hal sepele lain nya. Via bukan lah di rektur, juga bukan senior designer. Posisi nya sama dengan ku.

junior designer Yang membedakan nya dengan ku dan beberapa teman lain nya adalah, Via.  AGENT BOLA TERPERCAYA

Aku dan Via-bandithoki

lulusan universitas kenamaan di Amerika Serikat, dengan prestasi cum laude. Selain itu Via.

juga keponakan dari Owner perusahaan desain interior ini. Berdarah Jawa- Belanda, dengan tampang indo

layak nya model model catwalk, rambut hitam panjang, dengan kacamata tipis dan pakaiannya yang selalu

Aku dan Via-bandithoki

modis, sudah barang tentu lelaki menyukai nya. Namun entah kenapa kami malas untuk akrab dengan nya,

selain karena sikap nya yang selalu ketus dan tidak bersahabat itu, juga karena kami merasa tidak

selevel dengan nya. Apalagi kebanya kan dari kami adalah lulusan universitas lokal, dan sewaktu kuliah,

Aku dan Via-bandithoki

membolos sudah jadi makanan kami (tidak bisa nyontek di kuliah desain interior). Walau pun

kami datang dari universitas mentereng, tetap saja tidak bisa membandingkan diri kami dengan Via.

saya sendiri berusia 29 tahun, masih jomblo dan belum menikah. Bukan karena aku tidak laku,

Aku dan Via-bandithoki

tapi aku masih agak shock ketika setahun yang lalu pacar ku selingkuh dengan sahabat nya sendiri.

Memang mereka tidak melakukan hal hal yang melanggar norma kesusilaan, tetapi jalan dengan laki laki

 lain dan saling berkirim sms mesra di tengah tengahy persiapan pernikahan, apa bukan selingkuh itu

Aku dan Via-bandithoki

namanya Teman teman ku yang lain sering menggodaku agar aku mendekati dan mencoba akrab dengan

Via, karena menurut informasi yang beredar, Via belum memiliki pacar. Wajar saja hal ini terjadi

mengingat yang masih bujangan di kantor ini selain aku dan Via, Cuma ada seorang desainer

Aku dan Via-bandithoki

senior yang selalu tidak beruntung dalam masalah percintaan, dan seorang office boy Aku pun

bertanya tanya kenapa Via tidak laku padahal dia sangat cantik dan pintar. Apa karena sikap nya

yang ketus ? atau mungkin saja dia lesbian ? haha Minggu ini minggu yang sangat melelah kan.

Aku dan Via-bandithoki

Selain mengerjakan desain interior untuk sebuah mall yang akan di bangun, aku dan Via.

harus rapat sore hari bersama developer sebuah gedung perkantoran. Selama di mobil ku, Via.

hanya diam saja sembari mendengarkan musik di ipod nya Sudah barang tentu dia pasti tidak akan

Aku dan Via-bandithoki

menjawab jika aku sekedar ingin mengobrol atau berbasa-basi dengan nya. Sebab selama ini

pembicaraanku dengan dia hanya sebatas pekerjaan saja. Dia juga tidak pernah bergabung dengan

orang orang kantor mencari makanan murah di sekeliling gedung perkantoran. Entah dia makan di mana,

Aku dan Via-bandithoki

karena menurut para direksi dan senior designer, Via tidak pernah makan bersama mereka. Tentu saja,

karena walau pun sudah berduit dan lebih berumur dari kami, para direksi dan senior designer

pasti mencari makan murah untuk berhemat.Rapat berlangsung sangat lama. Waktu sudah menunjuk kan

Aku dan Via-bandithoki

pukul jam 8 malam. Tetapi Via masih berdiskusi dengan pihak pengembang soal konsep desain

interior gedung perkantoran itu Bila rapat dengan rekan yang lain, pasti mereka akan mencari cari.

alasan atau sengaja mengarahkan pembicaraan agar rapat cepat selesai. Akhir nya rapat selesai juga.

Aku dan Via-bandithoki

Waktu menunjuk kan pukul 8.30. rapat berlangsung sangat lancar dan tidak satu pun ucapan Via

yang di bantah. Harus kuakui gadis ini sangat hebat dalam berargumen Jalanan sudah agak lengang

karena jam macet sudah lewat. saya dan dia berada di dalam mobil, menuju ke kantor. Aku membuka pembicaraan.

Aku dan Via-bandithoki

“Udah malem, di kantor ga ada siapa siapa, mau cari makan dulu sebelum kembali ke kantor ? “

Tanya ku berbasa basi.“Gak usah, langsung ke kantor aja” jawab nya pelan dan pasti. Tak sampai 5 detik

dia langsung memasang kan headset ipod ke telinga nya. Buset. Dingin sekali tanggapan nya.

Aku dan Via-bandithoki

Ya sudah. Aku tidak ambil pusing, dengan buru buru aku segera menyetir mobil ke arah kantor,

agar aku bisa cepat pulang dan makan malam.Kantor kami terletak di sebuah gedung berlantai 7,

di daerah yang mentereng di Jakarta Selatan. Kantor Konsultan desain interior kami berada

Aku dan Via-bandithoki

di lantai paling atas, berbagi lantai dengan 3 kantor lain nya. Aku memarkir kan mobil ku

dengan asal asalan di tempat parkir. Tumben, pikir ku, para satpam lagi kemana aku dan Via. RAJANYA SLOT GACOR TERPERCAYA

langsung masuk, menaiki lift, dan kemudian masuk ke kantor. Suasana kantor agak gelap karena

Aku dan Via-bandithoki

memang sudah tidak ada siapa pun. Aku mencoba membuka pintu pantry untuk mengambil

makanan ringan di kulkas, namun pintu pantry sudah terkunci. Memang kebiasaan office boy kami

untuk mengunci semua pintu di kantor kecuali pintu utama yang biasa nya selalu di kunci oleh satpam

Aku dan Via-bandithoki

setelah semua pergi.Untung saja pintu belum di kunci ketika kami masuk. Entah karena malas atau apa

kami tidak menyalakan lampu utama. Karena besok pagi desain awal hasil rapat sudah masuk

ke desainer senior, maka kami membereskan hasil rapat tadi di ruang rapat utama Via bekerja

Aku dan Via-bandithoki

dengan sangat teliti mengetik laporan dengan Mac Book nya. Sementara aku mengumpulkan hasil

sketsa ‘dan denah ruangan dalam satu bundel, sambil menahan perut lapar dan tak henti henti nya.

aku melihat ke arah jam. Setelah tugasku beres, aku membereskan mejaku, dan bersiap untuk pulang

Aku dan Via-bandithoki

sementara Via mem-print hasil ketikan nya. Via sudah akan pergi ketika aku memasuk kan

alat tulis ke tasku.“Aku pulang duluan ya..” Via berjalan ke arah pintu. Aku tersenyum

sekena nya dan meregangkan tubuh dulu sebelum benar benar akan pulang. Tiba2…“SHIT !”

Aku dan Via-bandithoki

q mendengar teria kan Via dari arah pintu utama. Aku bergegas berlari ke arah pintu utama.

Rupa nya Via sedang berdiri mematung di depan pintu yang tertutup.“Kenapa ?” tanyaku heran“

Pintun ya di kunci” jawab Via sambil menarik narik handle pintu sekuat tenaga Sial pikirku.

Aku dan Via-bandithoki

Rupa nya tidak ada satpam di luar itu di karenakan mereka sedang patroli, sekaligus mengecek

adakah orang yang lembur malam ini Rupa nya karena kami berdua tidak menyalakan lampu utama

yang menyebab kan ruangan kantor seperti tidak ada orang, mereka mengunci pintu tanpa memeriksa

Aku dan Via-bandithoki

terlebih dahulu Aku mulai panic karena jalan satu satu nya keluar dari kantor ini adalah pintu itu.

Tangga darurat ada di seberang pintu kantor Sial Sekali lagi sial Semua pintu sudah di kunci.

Aku berlari mengintip ke jendela. Sia sia. Jendela kantor kami tidak ada yang menghadap ke kantor satpam.

Aku dan Via-bandithoki

saya blingsatan kesana kemari dan dengan marah ku tendang pintu kaca yang tebal itu.

Tak ada reaksi kecuali kakiku sakit. Desain pintu yang kuat agar kantor aman ternyata menjebak kami

di kantor Aku mengeluar kan handphone dari saku celanaku dan menelpon office boy untuk menyuruhnya

Aku dan Via-bandithoki

kembali ke kantor Sial sekali lagi Telpon nya tidak aktif. Hebat.Via diam, walau bisa ku lihat muka nya

memerah menahan marah. Mungkin dia juga ingin cepat pulang, ada janji atau apa pun.

Tapi Via tetap berusaha kalem dengan menelpon paman nya, sang owner perusahaan desain ini..

Aku dan Via-bandithoki

Aku bisa mendengar percakapan mereka.

“Hallo om..”

“Eh Via, ada apa ?”  AGENT TOGEL TERPERCAYA

Aku dan Via-bandithoki

“Om, aku ke kunci di kantor”

“Lah kok bisa ? “

Via menjelas kan situasi nya ke paman nya.

Aku dan Via-bandithoki

“Waduh…. Gawat juga.. OB nya pun ga bisa ditelpon ?”

“Iya om….”

“Teriak teriak gih, coba panggil satpam nya”

Aku dan Via-bandithoki

Percuma, ku pikir. Aku pernah lembur dan melihat kelakuan para satpam itu ketika waktu sudah

Menunjuk kan jam 9 ke atas Setelah patroli dan mengunci pintu pintu utama, mereka langsung

ke kantor mereka, untuk nonton tv rame rame, main kartu, bahkan kadang kadang  mabuk bareng.

Aku dan Via-bandithoki

“Ga bisa om…” nada bicara Via sudah mulai memelas.

“Hmm… om akan usahakan cari bantuan, tapi om lagi di luar kota sekarang”

“KOK OM GAK BILANG DARI TADI KALAU ADA DI LUAR KOTA ?!?” Via meledak..

Aku dan Via-bandithoki

Di tengah kekalutan aku mencoba menelpon semua nomor telpon kantor Dan sial nya, ke banyakan

dari mereka tidak aktif Ada yang mengangkatnya dengan background suara hingar bingar diskotik

dan suara teler ga karuan Tolol. Di tengah minggu malah dugem Via, terus menekan paman nya.

Aku dan Via-bandithoki

Aku berusaha menelpon semuanya, tetapi entah kenapa sinyal hape ku tiba tiba hilang Aku kalut,

mencari telpon kantor Dan hanya telpon di meja front office saja yang bisa di pakai untuk menelepon ke luar.

Aku berlari ke arah front office dengan panik Dan bodoh nya tiba tiba aku terjatuh tersangkut pojokan meja.

Aku dan Via-bandithoki

saya jatuh ke meja menimpa telpon kantor Aku kaget dan langsung bangkit. Berharap telpon

tidak rusak ku lalu mengangkat telpon nya. Ternyata ada nada sambung Aku mencoba menekan

nomer yang ku hapal. Lagi lagi sial. Rupa nya kejadian tadi menyebab kan tombol 0 rusak dan tidak bisa

Aku dan Via-bandithoki

di tekan Nomer telpon HP mana yang tidak ada 0 nya ? sedang kan aku tidak punya nomor

telpon rumah orang kantor Ide tiba tiba muncul, aku membuka laci front office untuk melihat data nomer telpon pegawai.

SIAL ! SIAL! Laci nya terkunci. Sementara itu Via masih menelpon paman nya.

Aku dan Via-bandithoki

“JADI GIMANA DONG OM ?!?” Bentak Via

“Sabar, kamu sama siapa disana ?”

Via menyebutkan namaku..

Aku dan Via-bandithoki

“Oh… sama dia…. Aman kalau sama dia, Via, kamu tunggu besok aja, kamu…” Belum sempat

pamannya menyelesai kan kalimat nya, Via  dengan kesal melemparkan handphone nya ke dinding da

 handphonenya hancur ber keping keping.

Aku dan Via-bandithoki

“Kenapa kamu banting ?!?!?” Bentakku

Via hanya terdiam. Dia menarik nafas dalam dalam.

“Telpon kantor ? “ tanya nya pendek

Aku dan Via-bandithoki

“Rusak” jawab ku tak kalah pendek nya.

“Kenapa ?” Muka nya mulai memerah. Matanya berkaca kaca

“Tadi aku jatuh, telpon nya ketindih badan ku” Aku menjawab sambil memaling kan muka.

Aku dan Via-bandithoki

“TOLOL !!” Via membentak ku dan tangan kanannya mengayun akan menampar pipi ku.

Dengan tangkas aku menangkap tangan nya dan melepas nya kembali.

“Lebih tolol mana sama orang yang ngebanting hape nya sendiri ? “ sindir ku..

Aku dan Via-bandithoki

—– 30 menit berlalu ——-—– 30 menit berlalu ——-—– 30 menit berlalu ——-

Ruang rapat penuh asap rokok sekarang Aku menghisap rokok kretek ku dalam dalam dan membuang

Asap nya ke langit langit. Via duduk di pojokan sambil menghisap rokok menthol nya Kami sudah

Aku dan Via-bandithoki

saling diam selama 30 menit lebih. Tidak ada alasan bagiku untuk mengobrol dengan wanita

judes ini. Bikin pusing. Tapi aku mencoba menengok untuk melihat keadaan nya. Khawatir juga.

Jangan jangan nekat gantung diri. AGENT SLOT GACOR TERLENGKAP

Aku dan Via-bandithoki

“Apa kamu lihat lihat?” Via membalas tatapan ku dengan pertanyaan dingin

“Gw punya mata, boleh dong liat kemana aja” Jawab ku tak kalah dingin.

“Ngeri tau gak, berdua doang sama cowok macem kamu”

Aku dan Via-bandithoki

“Eh…. Lu baru masuk kemaren sore Via, blom kenal siapa gw..” Aku menatap penuh emosi ke arah Via.

“Ah…semua cowok sama aja” Via membuang muka

“Apa maksud lu ?” Tanyaku penasaran

Aku dan Via-bandithoki

“Ah, tau lah….” Jawab nya sembari mematikan rokok nya di pot bunga yang sekarang beralih fungsi sebagai asbak.

“Lo tau kan otak cowok isinya seks melulu ?” Suara Via terdengar tidak enak

Aku hanya terdiam.

Aku dan Via-bandithoki

“Bahaya tau gak berdua doang sama cowok asing. Salah salah gw diperkosa” Via  berkata ketus

“EH. Sori ya mbak-sok pintar-lulusan luar negri-masuk karena koneksi” Nada bicaraku meninggi.

“Biar kata lu cantik, juga, ga bakal ada cowok mau perkosa lo ! Mana ada orang mau merkosa

Aku dan Via-bandithoki

kamu itu ngeselin macem elo !!!” Bentak ku.

“Orang yang gak bisa bersosialisasi macem lo ! Orang yang egois ! Ga ada empati sedikit pun

sama orang kantor ! Ga ada bagus bagus nya! Mentang2 ni kantor punya om lu, lu mau seenaknya

Aku dan Via-bandithoki

aja disini ?!?!? “ Aku sudah naik pitam. Tidak mampu menahan kesabaran lagi.

“Ah… “ Via tidak bisa berkata kata lagi.

“Enak aja lo bilang gw mau merkosa elo ! mendingan gw tidur ama pecun dari pada nyentuh badan lo

Aku dan Via-bandithoki

!” Nafas ku habis. Sudah ku luapkan semua kekesalan ku kepada Via.

Tiba tiba Via  berlutut. Melepas kacamata nya dan mulai menitikkan air mata. Dia membanting

Kacamatan ya dan mulai menangis sesenggu kan. Shit. Rupanya kata kata ku tadi kelewat kasar.

Aku dan Via-bandithoki

Makin lama tangis Via makin keras. Aku pun berlutut mendekat inya dan mencoba memegang bahunya.

“Via…. Sorry… mungkin gw terlalu kasar” aku meminta maaf

Via  menepis tanganku dan terus menangis.

Aku dan Via-bandithoki

“Via….” Aku agak membungkuk untuk melihat wajah nya. Tapi tiba tiba Via memeluk ku dan menangis

di dalam pelukan ku. Aku terdiam sembari mengelus ngelus punggung Via. Sekitar 10 menit dia

menghabis kan tangis nya di peluk ku. Aku yang pegal lalu duduk di lantai bersandar pada dinding.

Aku dan Via-bandithoki

Via  duduk di sebelahku, dengan pandangan kosong. Tak beberapa lama Via memulai pembicaraan.

“Maaf… tadi aku lancang ngecap kamu” kata nya pelan

“Gw juga Via… maaf tadi terlalu kasar” jawab ku.

Aku dan Via-bandithoki

“Aku yang mulai” lanjut Via. “Ku pikir semua laki laki sama.

Baik pada awal nya tapi ternyata brengsek”

“Ah. Semua laki laki brengsek kok Via” Jawabku

Aku dan Via-bandithoki

Lalu kami terdiam cukup lama.

“Aku pernah di perkosa” Via tiba tiba bercerita.

“Eh……” Aku tidak bisa menyembunyi kan mimik heran dari muka ku.

Aku dan Via-bandithoki

“Waktu aku baru kuliah di US, ada kakak kelas yang ngedeketin aku..” Lanjut Via

“Dia baik banget, sampe pada akhir nya aku di undang ke pesta di asrama nya… Pestanya rame, dan ternyata minumannya beralkohol semua.”

“Aku di buat mabuk” dia terus bercerita “ Lalu aku dibawa masuk ke kamar, dan di sana aku diperkosa

Aku dan Via-bandithoki

olehnya” Via menghela nafas panjang dulu.

“Sejak saat itu aku ga pernah percaya sama cowok” Via lalu mengambil sebatang rokok menthol

dari bungkus nya, meremas bungkus nya yang sudah kosong, lalu melempar kan bungkus nya

Aku dan Via-bandithoki

ke pot bunga Aku memberikan korek api ku ke Via. Via lalu menyala kan rokok nya dengan korek milik ku.

Aku tidak berani berbicara lagi. Aku tadi telah lancing berbicara seperti itu kepada Via.

“Gimana kehidupan cinta kamu ?” tanya Via

Aku dan Via-bandithoki

“Mmmm…” Aku diam tak berani menjawab

“Setelah kejadian itu, aku ga pernah berhubungan sama laki laki lagi” kata nya. “Sekarang giliran kamu cerita” Kata nya sambil tersenyum kepada ku

Aku sedikit terkejut. Ternyata jika tersenyum Via manis sekali. Aku tidak pernah melihat nya

Aku dan Via-bandithoki

tersenyum semenjak dia masuk kantor….

“Mmmm… Aku harus nya tahun lalu nikah…” jawab ku

“Tapi ?” Tanya nya sambil menghisap rokok menthol nya.

Aku dan Via-bandithoki

“Tunangan ku selingkuh” Jawabku pelan. Tak ingin rasanya mencerita kan hal tersebut.

Aku menarik nafas dalam dalam dan memandang ke arah langit langit. Via tidak menimpali jawabanku.

Dia mematikan rokok nya di pot bunga.Waktu berjalan sangat lama. Aku dan Via berbicara tentang banyak hal.

Aku dan Via-bandithoki

Mulai dari jaman kuliah, sma, segala macam. Ternyata Via menyenang kan jika di ajak bicara.

Tak jarang ia tertawa bersama ku, menertawakan kejadian kejadian konyol di kantor yang terjadi

sebelum ke datangan nya. Tak terasa sudah jam 12 malam. q sangat capek dan lelah. Aku mencoba istirahat.

Aku dan Via-bandithoki

q masih bersender pada dinding, sementara Via tertidur, dengan menggunakan bahu ku sebagai sandaran.

“Dingin……” Via tiba Tiba memeluk ku. Aku tak tahu harus berbuat apa. Sebagai lelaki normal, AGENT 1 SERVER UNTUK SEMUA GAMES

yang sudah lama tidak berhubungan dengan perempuan, aku tiba tiba merasa deg2an, dan suhu tubuhku

Aku dan Via-bandithoki

memanas Aku mengira Via bisa merasakan nya, karena dia memeluk tubuh ku sekarang.

“Hmmmm.. jadi yang bujangan di kantor Cuma aku, kamu, sama Pak Yudha ? “ tanya Via.

“Iya” jawabku pelan sambil menahan perasaan aneh ini..

Aku dan Via-bandithoki

“Hehe” via tertawa kecil

“Kenapa ? “ tanyaku.

“Nope… nothing” katanya sambil menahan tawa.

Aku dan Via-bandithoki

“Well… I guess. Ga ada salah nya kalo satu dari kalian aku pacarin” via melanjut kan ucapan nya.

“Oh jadi lu demen ya sama om om bujangan tua” timpal ku

“Haha… enak aja. Coba kamu itung, 45 – 27 = 18, jauh kan umurku sama Pak Yudha” jawabnya

Aku dan Via-bandithoki

“27 ? Kirain 35…” ledek ku.

Via berusaha untuk menjewer telinga ku tetapi aku menghindar, menangkap tangan nya, tetapi aku

kehilangan keseimbangan duduk, sehingga aku terjatuh ke arah kanan dan tak sengaja menarik

Aku dan Via-bandithoki

Via ikut jatuh juga menimpa tubuh ku. Aku yang jatuh menyimpang ke kanan di timpa oleh Via

yang menghadapi telinga ku. Akhirn ya dia menjewer telinga ku tanpa ampun.

“Aduh !. Sakit tau !” Aku berusaha memberontak tapi Via malah tertawa tawa dan tidak melawan rontaanku.

Aku dan Via-bandithoki

 Aku berusaha bangkit tetapi Via malah memeluk ku.“Aku ingin di perlaku kan dengan lembut oleh laki laki

bisik Via.Aku memperbaiki posisi jatuh ku. Aku tiduran terlentang di ruang rapat, dan Via.

menimpa tubuh ku. saya berdiri, dan Via ikut memperbaiki posisi nya. Aku kembali duduk,

Aku dan Via-bandithoki

tetapi sekarang Via ada di pangkuan ku dan tetap memeluk ku.“Aku merhatiin kamu terus

semenjak pertama kali masuk kantor” Via kembali berbisik. “Kamu paling sopan, dan lembut

sama perempuan kalo di bandingin sama yang lain”“Di tambah lagi… kamu belum nikah kan…

Aku dan Via-bandithoki

dan om ku bilang, kamu orang yang baik” Via terus berbicara.

“Baru tadi kan bilang nya, gw juga denger” jawab ku

“Enggak. Dari awal aku masuk kantor, om udah bilang kalo kamu selain kinerja nya paling bagus,

Aku dan Via-bandithoki

kamu juga sopan, ramah dan orang nya menyenang kan” Via membantah ucapan ku. “Kayak nya

lucu kalau kita pacaran……” Via melanjutkan ucapan nya Aku kaget. Baru pertama kali

seumur hidup ada perempuan yang mengata kan ingin ku pacari Dan perempuan itu adalah

Aku dan Via-bandithoki

perempuan yang cantik nya minta ampun seperti Via. Aku tak bisa bicara apa apa Kami berdua

saling memandang. Tiba tiba entah siapa yang memulai, kami memajukan kepala kami masing masing

dan berciuman Bibir Via sungguh hangat. Aku memeluk erat pinggang nya dan Via meremas rambut ku.

Aku dan Via-bandithoki

Kami berdua berciuman sangat lama Ku rasakan kacamata Via menekan nekan muka ku.

Tapi aku tidak peduli. Bibir kami saling memagut. Lidah kami saling beradu. Aku semakin menguatkan

Pelukan ku. Dan Via melepas kan ciuman nya. Hidung nya beradu dengan hidung ku. Dapat

Aku dan Via-bandithoki

Kurasa kan nafas nya yang panas dan memburu. Via melepas kacamata nya dan meletak kan nya

di sembarang tempat. Tanpa terasa Via membuka kancing baju ku. Dia melaku kan nya sambil

menciumi leher ku. Agak sulit membuka kancing ku dalam keadaan seperti itu, tetapi Via

Aku dan Via-bandithoki

cuek Aku tak mau kalah Ku lepaskan leher ku dari jangkauan bibir Via, dan mulai meraih kancing

kemeja nya. Tak berapa lama baju nya terbuka. Tanpa di minta Via membuka ikat pinggang nya dan

melepas celana nya. Di depan ku berdiri perempuan blasteran Jawa-Belanda, dengan kulit

Aku dan Via-bandithoki

yang putih dan mulus, hanya memakai pakaian dalam berwarna merah menyala. Aku menelan ludah,

melihat tubuh Via yang indah, bagaikan model cat walk yang langsing dan proporsional.

Via kembali menyerang ku. Bibir kami kembali saling berciuman, tanpa sadar tanganku

Aku dan Via-bandithoki

mengarah pada buah dada Via Aku meremas nya dengan lembut. Buah dada nya yang proporsional

terasa sangat empuk di tangan ku. Aku dengan cepat menyisip kan tanganku ke dalam BH nya.

Via tiba tiba memegang pergelangan tangan ku. Dia menahan tangan ku dan seakan KELUARAN HOKONG POOLS MALAM

Aku dan Via-bandithoki

Menyuruh ku untuk mundur Setelah aku menarik tangan ku kembali, tangan Via mengarah ke

Punggung nya, dan dia melepas pengait BH nya, melepas BH nya sendiri. Via tersenyum

Kepada ku dan berkata “Kenapa melongo gitu…. Kayak orang bego tau….”malu sendiri

Aku dan Via-bandithoki

membuang muka. Via memegang pipi ku, dan kemudian tangan nya menyusuri badan ku, untuk

kemudian membuka ikat pinggang ku. saya pasrah, dan Via pun menciumi badan ku mulai

dari leher sampai ke perutku q kaget saat tangan Via masuk ke celana dalam ku dan menggenggam

Aku dan Via-bandithoki

penis ku Via lalu mengoral penis ku. Aku sedikit kaget, karena tidak terbiasa dengan oral seks.

Pada saat dengan tunanganku dulu, boro boro oral seks, pegang pegang sedikit saja sudah kena marah.

Padahal aku bukan orang yang tanpa pengalaman seks. Sebelum berpacaran dengan nya,aku

Aku dan Via-bandithoki

beberapa kali melakukan nya dengan pacar pacarku yang dulu.Aku meringis menahan geli

akibat permainan lidah Via. Dia sangat pintar memainkan penis ku dengan mulut nya. Tindakan nya

bervariasi, tidak hanya mengulum nya, tetapi juga dengan menciumi bagian bagian yang

Aku dan Via-bandithoki

sensitive dan memainkan lidah nya di kepala penis ku. Ku pikir, sebelum kejadian perkosaan

yang menimpanya di US, Via sudah sangat berpengalaman dalam hal ini. saya kaget berusaha

menahan kepala Via ketika ku rasa kan sperma ku hampir keluar. Via tampak nya mengerti dan menghenti kan

Aku dan Via-bandithoki

kegiatan nya. Dan dalam beberapa menit kemudian, Via menanggal kan semua baju dalam nya,

begitu juga dengan ku. Badan telanjang kami berdua bergumul di lantai ruang rapat.

Saling berciuman, berpelu kan dan menikmati keindahan tubuh masing masing.

Aku dan Via-bandithoki

Hingga pada akhir nya Via telentang di atas karpet, kepala nya tepat berada di bawah kepala ku.

Mataku memandang lekat lekat mata nya yang indah.

“Via …”.

Aku dan Via-bandithoki

“ya…. “ jawab nya

“Are you sure you want to do this ?” tanyaku

“Why did you ask ?” katanya sambil tersenyum.

Aku dan Via-bandithoki

“We’re already gone too far”

lanjutnya. sekarang saya menganggapmu sebagai kekasihku”

senyum tipis nya meluluh kan hati ku. Aku mencium kening nya. Kedua kaki Via tanpa di suruh

Aku dan Via-bandithoki

kini telah melingkari pinggang ku. Kami berciuman dengan hangat Kedua tangan nya melingkari

leher ku. Ku dekat kan penis ku ke mulut vagina nya yang mulai terasa basah. Pelan pelan aku

menggesek kan penis ku di mulut vagina nya, mencari jalan masuk. Tetapi tiba tiba  otot vagina nya menegang,

Aku dan Via-bandithoki

seakan menolak penis ku untuk masuk saya terdiam dan memandang wajah nya, q takut dia

masih trauma akibat kejadian di US itu.“It’s okay….” Via mengisyarat kan bahwa dia tidak apa apa.

Via membuka paha nya sedikit lebih lebar lagi dan dia tampak mencoba untuk rileks.

Aku dan Via-bandithoki

Pelan pelan ku dekat kan kembali kepala penis ku di bibir vagina nya. Kepala penis ku sudah

mulai masuk Aku mulai menggerak kan penisku maju mundur, walau pun baru sedikit yang masuk.

Perlahan namun pasti, penis ku semakin masuk ke dalam lubang vagina nya.

Aku dan Via-bandithoki

“aah….. “ Via mengerang pelan dan agak meringis ketika penis ku masuk sepenuh nya ke

dalam vagina nya. Aku menggera kan penis ku maju mundur dalam posisi misionaris.

“Mmmhhh… sayang… pelan pelan “ Via mengingatkan ku untuk tidak bergerak terlalu cepat.

Aku dan Via-bandithoki

Dinding vagina nya seakan memijat mijat batang penisku dengan lembut. “Aahhh… sayang… mmmhhh….. uuhhh…”

Via mengerang, menanda kan dia mendekati orgasme. Tetapi aku tidak ingin malam ini

berakhir secepat itu saya menghenti kan gerakan ku, ketika Via akan membuka mulut nya untuk

Aku dan Via-bandithoki

berta nya, saya langsung meraih pantat nya dan menggendong nya kemudian duduk di kursi

rapat dan menaik kan badan Via di pangkuan ku. Via mulai berpegang pada pundak ku.

Dia mengerti dan segera menaik kan pantat nya, lalu dengan pelan pelan dia mengarah kan lubang

Aku dan Via-bandithoki

Vagina nya ke kepala penis ku. Via bergerak naik turun di pangku anku. Vagina nya terus terusan

Memijat mijat batang penisku dengan lembut.Aku memegangi pinggang nya Via menghentikan

Gerakan nya dan berbisik lembut kepadaku. “Sayang… kalo udah mau keluar bilang ya…. Aku

Aku dan Via-bandithoki

gak mau kamu keluarin di situ…” q mengiyakan nya dia mulai kembali beraksi.

Goyangan nya tidak liar dan asal, tetapi begitu rapih. Begitu elegan dan anggun.

Suara erangan kami memenuhi ruang rapat. Kami sudah tidak peduli lagi tentang

Aku dan Via-bandithoki

kemungki nan satpam kembali lagi ke atas dan menolong kami yang terkunci.

Aku sudah tidak berpikir lagi untuk kembali menelpon orang kantor, atau mencoba mendobrak pintu pantry keluar lewat tangga darurat.

Yang ada di pikiran ku hanya lah Via. Rasa nya tidak percaya gadis yang tadi nya cuek dan judes

Aku dan Via-bandithoki

Kepada ku ini bisa ada di pelukan ku sekarang.

“Mmmmmhhh….” Via agak menggelinjang.

“Aaahhh…..” Via kembali bersuara

Aku dan Via-bandithoki

Aku bisa merasakan Via akan mengalami orgasme karena selain merasakan gelinjangan

tubuhnya, aku pun merasakan vagina nya makin menjepit penis ku. Aku pun mengimbangi

dengan menggerak kan pantat ku.naik turun di kursi itu. Kursi yang biasa nya di pakai rapat

Aku dan Via-bandithoki

itu menjadi saksi bisu percintaan kami.

“Sayang……. Ahhhhh….” Via pun makin mempercepat gerakan nya. Aku lalu bangkit

sambil menggendong Via. Aku menduduk kan Via di meja rapat, Via tetap memeluk ku,

Aku dan Via-bandithoki

saya terus menggerakkan penisku maju mundur.

“Uuuhh…. Uhhhh…. Sayang……. Aku mau…. Ahhhhh….” Via menggelingjang dengan hebat nya…

“Tahan sedikit… saya juga mau…..”“Ahhhhh…..” paha Via mencengkram pinggang ku dan KELUARAN SYDNEY TODAY

Aku dan Via-bandithoki

Kepala nya mendongak ke atas. Mengerang nikmat menanda kan bahwa dia sudah orgasme. Aku terus

Menggerak kan penisku, dan…” Via …. Ahhh…..” Via jatuh telentang di meja rapat dan saya

mencabut penis ku dari lubang vagina nya. Sperma segera berhamburan dari penis ku.

Aku dan Via-bandithoki

Via segera bangkit dan memeluk ku. Kami berpelu kan erat. Tidak berciuman, tidak melaku kan apa pun.

Hanya berpelu kan selama beberapa lama tanpa berbicara apa apa. Via lalu melepas kan

Pelukan nya dan turun dari meja. Dia lalu mencium pipi ku lembut, kemudian dia mulai memakai

Aku dan Via-bandithoki

kembali baju nya.saya masih berdiri telanjang dan tertegun. Melihat Via yang bagai kan malaikat

itu memakai bajunya satu persatu.

“eh… pake baju dong…. Ntar keburu pagi” Via mengingatkan ku

Aku dan Via-bandithoki

Aku segera mengenakan kembali baju ku mencoba tidur dengan bersandar di dinding.

Via kembali pada posisi nya, bersandar di bahu ku.

Singkat cerita pagi pun datang. Kami berhasil keluar jam 7 pagi. Hari itu kami berdua sengaja

Aku dan Via-bandithoki

Di liburkan karena kejadian konyol itu. Selanjut nya bisa ditebak. Via mulai terbuka pada

Orang orang kantor. Dia sudah bisa berkomunikasi dengan akrab, dan sinis nya makin lama

Menghilang Di tambah lagi ketika kini kami sudah berpacaran. Via menjadi ceria dan orang orang

Aku dan Via-bandithoki

kantor tampak takjub melihat perubahan itu Satu hal akan berujung pada hal lain Dan sekarang,

setelah kegagalan pernikahan ku yang dulu, setelah beberapa lama berpacaran, aku akan mempersiapkan pernikahanku dengan Via

Mari gabung di ONO4D Agen Slots Terlengkap 1 ID Semua Game.
– Min DP 25 Ribu
– Deposit QRIS 1 detik
– Bisa Deposit via Pulsa XL/Axis/Telkomsel/Tri
– Bonus CashBack 10%

Salam Hokky Selalu,
ono4dgacor.com
WA : +6287846823052
Twitter/Instagram : ono4d
FanPage:facebook.com/rinaanggrek/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *