Dokter MiraaDokter Miraa

Dokter Mira-bandithoki.

Dokter Mira
Dokter Mira

Cerita DewasaMira … hei aku jaga nich malam ini, elu jangan kirim pasien yang aneh-aneh ya,

aku mau bobo, begitu pesanku ketika terdengar telepon di ujung sana diangkat.

“Udah makan belum?” suara merdu di seberang sana menyahut.

“Cie… illeee, perhatian nich”, aku menyambung dan, “Bodo ach”, lalu terdengar tuutt… tuuuttt… tuuut, rupanya telepon di sana sudah ditutup.

Dokter Mira-bandithoki.

Malam ini aku dapat giliran jaga di bangsal bedah sedangkan di UGD alias Unit Gawat Darurat ada dr. Mira yang jaga.

Nah, UGD kalau sudah malam begini jadi pintu gerbang jadi seluruh pasien akan masuk via UGD.

nanti baru di bagi-bagi atau diputuskan oleh dokter jaga akan dikirim ke bagian mana para pasien yang perlu dirawat itu

Syukur-syukur sih bisa di tangani langsung di UGD jadi tidak perlu merepotkan dokter bangsal.KELUARAN TAIWAN 

Dokter Mira-bandithoki.

Mira sendiri harus aku akui dia cukup terampil dan pandai juga, masih sangat muda sekitar 28 tahun cantik menurutku

tidak terlalu tinggi sekitar 165 cm dengan bodi sedang ideal kulitnya putih dengan rambut sebahu.

Sifat nya cukup pendiam kalau bicara tenang seakan memberi kan kesan sabar tapi yang sering rekan sejawat jumpai yaitu ketus dan judes apalagi kalau lagi mood nya jelek sekali.

Celaka nya yang sering di tunjuk kan, ya seperti itu. Gara-gara itu barang kali, sampai sekarang dia masih single

Dokter Mira-bandithoki.

Cuma dengar-dengar saja belakangan ini dia lagi punya hubungan khusus dengan dr. Hendra tapi aku juga tidak pasti.

Kira kira jam 2 pagi kamar jaga aku diketuk dengan cukup keras juga Siapa tanyaku masih agak malas untuk bangun,

sepet benar nih mata Dok, ditunggu di UGD ada pasien konsul suara dibalik pintu itu menyahut, oh suster Leli rupa nya.

Dokter Mira-bandithoki.

“Ya”, sahutku sejurus kemudian Sampe di UGD kulihat ada beberapa pria di dalam ruang UGD dan sayup-sayup

terdengar suara rintihan halus dari ranjang periksa di ujung sana, sempat kulihat sepintas.

seorang pria tergeletak di sana tapi belum sempat kulihat lebih jelas ketika dr. Mira menyongsongku,

Frenky pasien ini jari telunjuk kanan nya masuk ke mesin, parah, baru setengah jam sih, tensi oke, menurutku sih amputasi

(di potong, gitu maksud nya) gimana menurut elu demikian resume singkat yang di berikan oleh nya.

Dokter Mira-bandithoki.

Mira, elu makin cantik aja puji ku sebelum meraih status pasien yang di berikan nya padaku dan ketika aku berjalan menuju

ke tempat pasien itu, sebuah cubitan keras mampir di pinggangku, sambil dr. Mira mengiringi langkahku.

sehingga tidak terlalu lihat apa yang dia lakukan. Sakit juga nih Saat kulihat, pasien itu memang parah sekali,

Dokter Mira-bandithoki.

boleh dibilang hampir putus dan yang tertinggal cuma sedikit daging dan kulit saja.

Dok, tolong dok… jangan dipotong pinta nya kepada ku memelas Akhir nya aku panggil itu si Om gendut,

bos nya barang kali dan seorang rekan kerja nya untuk mendekat dan aku berikan pengertian ke mereka semua.

Siapa nama Bapak?” begitu aku memulai percakapan sambil melirik ke status untuk memastikan bahwa status yang ku pegang memang punya pasien ini Tono”, sahut nya lemah.KELUARAN SYDNEY LOTTO

Dokter Mira-bandithoki.

Begini Pak Tono, saya mengerti keadaan Bapak dan saya akan berusaha untuk mempertahan kan jari Bapak namun hal ini tidak mungkin di lakukan karena yang tersisa hanya sedikit daging dan kulit saja.

sehingga tidak ada lagi pembuluh darah yang mengalir sampai ke ujung jari Bila saya jahit dan sambungkan itu hanya untuk sementara mungkin sekitar 2 – 4 hari setelah itu jari ini akan membusuk.

dan mau tidak mau pada akhirnya harus dibuang juga, jadi dikerjakan 2 kali Kalau sekarang kita lakukan hanya butuh 1 kali pengerjaan dengan hasil akhir yang lebih baik saya akan berusaha.

untuk seminimal mungkin membuang jaringan nya dan pada penyembuhan nya nanti di harapkan lebih cepat karena luka nya rapih dan tidak compang-camping seperti ini begitu penjelasan aku.

Dokter Mira-bandithoki.

pada mereka Kira – kira seperempat jam ku butuhkan waktu untuk meyakinkan mereka akan tindakan yang akan kita lakukan. Setelah semuanya oke, aku minta dr. Mira untuk menyiapkan dokumen nya.

termasuk surat persetujuan tindakan medik dan pengurusan untuk rawat inap nya, sementara aku siapkan peralatan nya di bantu oleh suster-suster dinas di UGD. Mira, elu mau jadi operator nya?” tanya ku.

setelah semua nya siap Ehm… aku jadi asisten elu aja deh”, jawab nya setelah terdiam sejenak.Entah kenapa ruangan UGD ini walaupun ber-AC tetap saja aku merasa panas sehingga butir-butir keringat.

yang sebesar jagung bercucuran keluar terutama dari dahi dan hidung yang mengalir hingga ke leher saat aku kerja itu Untung Mira mengamati hal ini dan sebagai asisten dia cepat tanggap dan.

Dokter Mira-bandithoki.

berulang kali dia menyeka keringat ku Huh… aku suka sekali waktu dia menyeka keringat ku soalnya wajah ku dan wajah nya begitu dekat sehingga aku juga bisa mencium wangi tubuh nya yang begitu menggoda.

lebih-lebih rambut nya yang sebahu dia gelung ke atas sehingga tampak leher nya yang putih berjenjang dan tengkuk nya yang ditumbuhi bulu-bulu halus Benar-benar menggoda iman dan harapan

Setengah jam kemudian selesai sudah tugas ku tinggal jahit untuk menutup luka yang ku serah kan pada dr. Mira. Setelah itu ku lepas kan sarung tangan sedikit terburu-buru, terus cuci tangan di wastafel.

yang ada dan segera masuk ke kamar jaga UGD untuk pipis Ini yang membuat aku tidak tahan dari tadi ingin pipis Dari pada aku mesti lari ke bangsal bedah yang cukup jauh atau keluar UGD di ujung lorong sana juga ada toilet,

Dokter Mira-bandithoki.

lebih baik aku pilih di kamar dokter jaga UGD ini lagi pula rasa nya lebih bersih Saat ku buka pintu toilet (hendak keluar toilet) Ooopsss terdengar jeritan kecil halus dan kulihat dr. Mira masih sibuk.

berusaha menutupi tubuh bagian atas nya dengan kaos yang dipegang nya Ngapain lu di sini tanyanya ketus Aku habis pipis nih elu juga kok nggak periksa periksa dulu terus ngapain elu buka baju.

Tanya ku tak mau di salah kan begitu saja.“Ya, udah keluar sana”, suara nya sudah lebih lembut seraya bergerak ke balik pintu biar tidak kelihatan dari luar saat ku buka pintu nanti

Dokter Mira-bandithoki.

Ketika aku sampai di pintu, kulihat dr. Mira tertunduk dan… ya ampun…. Pundak nya yang putih halus terlihat sampai dengan ke pangkal lengan nya, “Mira, pundak elu bagus”, bisikku dekat telinganya dan semburat merah muda

segera menjalar di wajah nya dan ia masih tertunduk yang menimbul kan keberanian ku untuk mengecup pundak nya perlahan.Ia tetap terdiam dan segera ku lanjut kan dengan menjilat sepanjang pundaknya

hingga ke pangkal leher dekat tengkuk nya. Ku pegang lengan nya, sempat tersentuh kaos yang dipegangnya untuk menutupi bagian depan tubuh nya dan terasa agak lembab.

Dokter Mira-bandithoki.

Rupa nya itu alasan nya dia membuka kaos nya untuk mengganti nya dengan yang baru. Berkeringat juga

rupanya tadi.Perlahan ku balik kan tubuhn ya dan segera tampak punggung nya yang putih mulus halus dan ku rengkuh tubuh nya.

dan kembali lidah ku bermain lincah di pundak dan punggung nya hingga ke tengkuknya yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan kusapu dengan lidahku yang basah.“Aaaccch… ach…” desahnya.

Dokter Mira-bandithoki.

yang pertama dan disusul dengan jeritan kecil tertahan di lontarkan nya ketika ku gigit urat leher nya dengan gemas dan tubuh nya sedikit mengejang kaku. Ku raba pangkal lengannya hingga ke siku.KELUARAN HOKONG LOTTO MALAM

dan dengan sedikit tekanan ku usahakan untuk melurus kan nya siku nya yang secara otomatis menarik kaos yang di pegang nya ikut turun ke bawah dan dari belakang pundak nya itu.

Ku lihat dua buah gundukan bukit yang tidak terlalu besar tapi sangat menantang dan pada bukit yang sebelah kanan tampak tonjolan nya yang masih berwarna merah dadu sedangkan.

yang sebelah kiri tak terlihat. Ku sedot kembali urat leher nya dan ia menjerit tertahan, “Aach… ach… ssshhh”,

Dokter Mira-bandithoki.

tubuh nya pun ku rasakan semakin lemas oleh karena semakin berat aku menahan nya.Dengan tetap dalam dekapan, ku bimbing dr. Mira menuju.

ke ranjang yang ada dan perlahan ku rebahkan dia, mata nya masih terpejam dengan guratan nikmat terhias di senyum tipis nya, dan secara refleks tangan nya bergerak menutupi buah dada nya.

Ku baring kan tubuh ku sendiri di samping nya dengan tangan kiri menyangga beban tubuh sedang kan tangan kanan mengusap lembut alis mata nya terus turun ke pangkal hidung, mengitari bibir.

Dokter Mira-bandithoki.

terus turun ke bawah dagu dan berakhir di ujung liang telinga nya.Senyum tipis terus menghias wajah nya dan berakhir dengan desahan halus disertai terbuka nya bibir ranum itu Ssshhh… acchh…”

Ku sentuh kan bibir ku sendiri ke bibir nya dan segera kami saling berpagutan penuh nafsu. Ku terobos kan lidah ku memasuki mulut dan mencari lidah nya untuk saling bergesekan kemudian ku gesekan lidah ku

ke langit langit mulut nya, sementara tangan kanan ku kembali menelusuri lekuk wajah nya, leher dan terus turun menyusuri lembah bukit, ku dorong tangan kanan nya ke bawah dan.

Dokter Mira-bandithoki.

Ku kitari putting nya yang menonjol itu Lima sampai tujuh kali putaran dan putting nya semakin mengeras Ku lepaskan ciuman ku dan ku alih kan ke dagu nya Mira memberikan.

leher bagian depan nya dan ku sapu leher nya dengan lidah ku terus turun dan menyusuri tulang dada nya perlahan ku tarik tangan nya yang kiri yang masih menutupi bukit nya.

Tampak kini dengan jelas kedua puting susu nya masih berwarna merah dadu tapi yang kiri masih tenggelam dalam gundu kan bukit Feeling-ku belum pernah ada yang menyentuh itu sebelumnya.

Dokter Mira-bandithoki.

Ku jilat tepat di area puting kiri nya yang masih terpendam malu itu pada jilatan yang kelima atau keenam, aku lupa. Puting itu mulai menampak kan diri nya dengan malu-malu dan segera.

kutangkap dengan lidah dan ku tekan kan di gigi bagian atas

“Ach… ach… ach…” suara desis nya semakin menjadi dan kali ini tangan nya juga mulai aktif memberikan perlawanan dengan mengusap rambut dan punggung ku. Sambil terus memainkan

Dokter Mira-bandithoki.

kedua buah payudara nya tanganku mulai menjelajah area yang baru turun ke bawah melalui jalur tengah

terus dan terus menembus batas atas celana panjangnya sedikit tekanan dan kembali meluncur ke bawah menerobos karet celana dalamnya

perlahan turun sedikit dan segera tersentuh bulu-bulu yang sedikit lebih kasar.

Dokter Mira-bandithoki.

“Eeehhhm… ech…” tidak di teruskan tapi bergerak kembali naik menyusuri lipatan celana panjang nya dan

sampai pada area pinggul nya dan segera ku tekan dengan agak keras dan mantap, “Ach…” pekiknya kecil pendek seraya bergerak sedikit liar dan mengangkat pantat dan pinggulnya.

Segera kutekan kembali lagi pinggul ini tapi kali ini kulakukan kedua nya kanan dan kiri dan, “Frenky … ugh…”

teriak nya tertahan. Aku kaget juga, itu kan arti nya Mira sadar siapa yang mencumbu nya dan itu juga berarti dia

Dokter Mira-bandithoki.

memang memberikan kesempatan itu untuk ku. Mata nya masih terpejam hanya-hanya kadang terbuka. Ku tarik restleting celana nya

dan ku tarik celana itu turun. Mudah, oleh karena Mira memang menginginkan nya juga, sehingga gerakan yang di lakukan nya sangat membantu.

Tungkai nya sangat proporsional, kencang, putih mulus, tentu dia merawat nya dengan baik juga oleh karena

Dokter Mira-bandithoki.

dia juga kan berasal dari keluarga kaya, kalau tidak salah bapak nya salah satu pejabat tinggi di bea cukai.

Ku raba paha bagian dalam nya turun ke bawah betis, terus turun hingga punggung kaki dan secara tak

terduga Mira meronta dan terduduk, dengan nafas memburu dan tersengal-sengal, “Frenky …”

Dokter Mira-bandithoki.

Desis nya tertelan oleh nafas nya yang masih memburu.Kemudian ia mulai membuka kancing

baju ku sedikit tergesa dan ku bantu nya lalu ia mulai mengecup dada ku yang bidang seraya tangan nya.

bergerak aktif menarik retsleting celana ku dan menarik nya lepas. Langsung saja aku

berdiri dan melepas kan seluruh baju ku dan ku terjang Mira sehingga ia rebah kembali dan ku jilat

Dokter Mira-bandithoki.

mulai dari perut nya.Sementara tangan nya ikut mengimbangi dengan mengusap rambut ku,

ketika aku sampai di selangkangan nya kulihat ia memakai celana berwarna dadu dan terlihat.

belahan tengah nya yang sedikit cekung sementara pinggir nya menonjol keluar mirip pematang sawah dan ada

Dokter Mira-bandithoki.

sedikit noda basah di tengah nya tidak terlalu luas, ada sedikit bulu hitam yang mengintip keluar dari balik celana nya.

Ku rapat kan tungkai nya lalu kutarik celana dalam nya dan kembali ku rentang kan kaki nya seraya aku juga melepas celanaku.

Kini kami sama ber bugil, kemaluan ku tegang sekali dan cukup besar untuk ukuran ku. Sementara Mira sudah mengangkang lebar tapi labia mayora nya masih tertutup rapat.

Dokter Mira-bandithoki.

Kucoba membuka nya dengan jari-jari tangan kiri ku dan tampak sebuah lubang kecil sebesar kancing di tengah nya di liputi oleh semacam daging yang berwarna pucat demikian juga dinding nya.

tampak berwarna pucat walau lebih merah di banding kan dengan bagian tengah nya. Gila, rupa nya masih perawan.

Tak lama kulihat segera keluar cairan bening yang mengalir dari lubang itu oleh karena sudah tidak ada lagi hambatan mekanik yang menghalangi nya untuk keluar dan banjir.RAJANYA SLOT GACOR TERPERCAYA

Dokter Mira-bandithoki.

Di sertai bau nya yang khas makin terasa tajam. Baru saat itu kujulur kan lidah ku untuk mengusap nya perlahan dengan sedikit tekanan. “Eehhh… ach… ach… ehhh”, desah nya ber kepanjangan.

Sementara lidah ku mencoba untuk membersihkan nya namun banjir itu datang tak tertahan kan. Aku kembali naik dan menindih tubuh Mira, sementara kemaluan ku menempel di selangkangan nya dan aku.

sudah tidak tahan lagi kemudian aku mulai meremas payudara kanan nya yang kenyal itu dengan kekuatan lemah yang makin lama makin kuat.

Dokter Mira-bandithoki.

“Frenky … ambilah…” bisik nya tertahan seraya menggoyang kan kepala nya ke kanan dan ke kiri sementara kaki nya diangkat tinggi-tinggi. Dengan tangan kanan kuarah kan torpedo ku untuk menembak dengan tepat.

Satu kali gagal rasa nya melejit ke atas oleh karena licin nya cairan yang membanjir itu, dua kali masih gagal juga namun yang ke tiga rasa nya aku berhasil ketika.

tangan Mira tiba-tiba memegang erat kedua pergelangan tangan ku dengan erat dan desis nya seperti menahan sakit dengan bibir bawah yang ia gigit sendiri.

Dokter Mira-bandithoki.

Sementara batang ke jantanan ku rasa nya mulai me masuki liang yang sempit dan

membuka sesuatu lembaran, se saat kemudian seluruh batang kemaluan ku sudah tertanam dalam liang surga nya.

dan kaki Mira pun sudah melingkari pinggangku dengan erat dan menahanku untuk bergerak. “Tunggu”, pinta nya ketika aku ingin bergerak.

Dokter Mira-bandithoki.

Beberapa saat kemudian aku mulai bergerak mengocok nya perlahan dan kaki Mira

pun sudah turun, mula nya biasa saja dan respon yang di berikan juga masih minimal, sesaat kemudian nafas nya.

kembali mulai memburu dan butir-butir keringat mulai tampak di dada nya, rambut nya sudah kusut basah

Dokter Mira-bandithoki.

makin mempesona dan gerakan mengocok ku mulai ku tingkat kan frekuensi nya dan Mira pun mulai dapat mengimbanginya.

Makin lama gerakan kami semakin seirama. Tangan nya yang pada mula nya di letak kan di dada ku

kini bergerak naik dan akhir nya mengusap kepala dan punggungku. “Yach… ach… eeehmm”, desis nya

Dokter Mira-bandithoki.

berirama dan sesaat kemudian aku makin merasakan liang senggama nya makin sempit dan terasa makin menjempit kuat, gerakan tubuh nya makin liar.

Tangan nya sudah meremas bantal dan menarik kain sprei sementara keringat ku

mulai menetes membasahi tubuh nya namun yang ku nikmati saat ini adalah kenikmatan yang makin meningkat dan luar biasa,

Dokter Mira-bandithoki.

lain dari yang kurasa kan selama ini melalui masturbasi Makin cepat, cepat, cepat dan akhir nya

kaki Mira kembali mengunci punggung ku dan menarik nya lebih ke dalam bersamaan dengan pompaan ku.

yang terakhir dan kami terdiam, sedetik kemudian.. “Eeeggghhh…” jeritan nya tertahan

Dokter Mira-bandithoki.

bersamaan dengan mengalir nya cairan nikmat itu menjalar di sepanjang kemaluanku dan, “Crooot… crooot”,

memberikan nya kenikmatan yang luar biasa.Sebalik nya bagi Mira terasa ada semprotan

kuat di dalam sana dan memberikan rasa hangat yang mengalir dan berputar serasa terus menembus.

Dokter Mira-bandithoki.

ke dalam tiada berujung. Selesai sudah pertempuran namun ke kakuan tubuh nya masih ku rasa kan, demikian juga tubuh ku masih kaku.

Sesaat kemudian ku raih bantal yang tersisa, ku lipat jadi dua dan ku letakkan

kepala ku di situ setelah sebelum nya bergeser sedikit untuk memberi nya nafas agar beban tubuh ku.

Dokter Mira-bandithoki.

tidak menindih paru-paru nya namun tetap tubuh ku menindih tubuh nya.

Ku lihat senyum puas nya masih mengembang di bibir mungilnya.

dan tubuhnya terlihat mengkilap licin karena keringat kami berdua.

Dokter Mira-bandithoki.

“Frenky … thank you”, sesaat kemudian, “Ehmmm… Frenky aku boleh tanya?” bisiknya perlahan.

“Ya”, sahutku sambil tersenyum dan menyeka keringat yang menempel di ujung hidungnya.

“Aku… gadis keberapa yang elu tidurin?” tanya nya setelah sempat terdiam sejenak. “Yang pertama”,

Dokter Mira-bandithoki.

kata ku meyakinkan nya, namun Mira mengerenyit kan alis nya. “Sungguh?” tanya nya untuk meyakin kan.

“Betul… keperawanan elu aku ambil tapi perjakaku juga elu yang ambil”,bisik ku di telinga nya. Mira tersenyum manis.

“Mira, thank you juga”, itu kata-kata terakhir ku sebelum ia tidur terlelap kelelahan dengan senyum puas masih

tersungging di bibir mungilnya dan batang kemaluanku juga masih belum keluar tapi aku juga ikut terlelap.

Mari gabung di onoSlot Agen Slots Terlengkap 1 ID Semua Game.
– Min DP 25 Ribu
– Deposit QRIS 1 detik
– Bisa Deposit via Pulsa XL/Axis/Telkomsel/Tri
– Bonus CashBack 10%

Salam Hokky Selalu,
onoslotgacor.com
WA : +6287798704160
Twitter/Instagram : onoslot
FanPage:facebook.com/onoslotgacor19/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *